Muncul Gumpalan putih di Vagina, apakah berbahaya atau tidak?

No ratings yet.
Muncul Gumpalan putih di Vagina, apakah berbahaya atau tidak?

Pernahkah Anda melihat gumpalan putih pada vagina anda? Jika demikian, tenang dan jangan khawatir. Hal ini karena gumpalan putih di vagina atau sering disebut keputihan sering ditemukan pada wanita.

Hal ini normal dan biasanya terjadi saat menstruasi. Gumpalan putih yang muncul ini berfungsi untuk menjaga vagina tetap bersih dan lembab serta melindungi dari infeksi.

Tapi benarkah gumpalan putih di alat kelamin wanita ini berbahaya? Agar lebih tahu lebih jelas lagi, lihat ulasannya dalam artikel ini.

Apakah normal memiliki gumpalan putih pada vagina?

Dalam kebanyakan kasus, gumpalan putih di vagina adalah pertanda baik.Hal Ini karena itu adalah cara tubuh menjaga keseimbangan pH vagina Anda.

Gumpalan putih yang keluar berfungsi sebagai pelumas alami yang menghilangkan bakteri, kotoran dan kuman dari rongga vagina.

Terkadang, hal tersebut juga bisa menjadi tanda infeksi atau masalah kesehatan serius lainnya.

Tapi Anda tidak perlu khawatir. Anda bisa memeriksa gumpalan yang muncul di vagina. Apabila gumpalan berwarna putih tersebut tidak disertai dengan gejala seperti nyeri, kemerahan atau gatal-gatal, itu sangat normal.

Dilihat dari situs NHS, ciri-ciri gumpalan vagina putih normal adalah sebagai berikut:

  1. tidak ada bau yang kuat atau menyengat,
  2. warna putih cerah
  3. teksturnya padat dan lengket dan
  4. terasa licin dan basah ketika disentuh.

Sementara itu, kapasitas atau jumlah benjolan putih akan berbeda-beda tergantung kondisi tubuh wanita yang mengalaminya.

Apa penyebab gumpalan putih pada Vagina?

Gumpalan putih yang muncul merupakan hal yang wajar dalam upaya menjaga kesehatan vagina. Namun, perubahan dapat terjadi jika keseimbangan normal bakteri sehat di vagina Anda terganggu.

Banyak faktor yang dapat mengganggu keseimbangan pH vagina yang sehat dan menciptakan gumpalan putih ini, termasuk:

  1. Membilas (douche) atau membersihkan vagina dengan cairan kimia,
  2. Sering menggunakan pembersih kewanitaan ,
  3. Memakai sabun terutama berbahan kimia khusus atau pewangi
  4. Penggunaan antibiotik,
  5. Penyakit diabetes,
  6. dalam siklus kehamilan
  7. dan infeksi vagina.

Anda harus berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya. Terutama jika keluhan ini berlangsung lebih dari 1 minggu.

Penting untuk dilakukan pemeriksaan langsung oleh dokter untuk mengetahui penyebab dan pengobatan yang tepat untuk kondisi ini.

Cara menghilangkan gumpalan putih di vagina

Gumpalan putih di vagina biasanya disebabkan oleh infeksi dan bisa dialami oleh wanita mana pun.

Menurut Nation Wide Childrens, Anda bisa mengurangi kemungkinan terinfeksi dengan melakukan hal-hal berikut.

1. Menjaga kebersihan Vagina

Usahakan untuk mandi secara rutin lalu gunakan sabun kewanitaan atau air saja untuk membersihkan area intim. Apabila area kewanitaan sensitif, gunakan sabun yang tidak mengandung bahan kimia pewangi.

Pastikan pH sabun yang dgunakan sesuai dengan kondisi vagina Anda. Namun, jangan gunakan sabun mandi untuk membersihkan area vagina, karena memiliki pH yang berbeda.

Hindari juga menggunakan semprotan vagina dan produk-produk dengan wangi-wangian kimia. Bilas dengan air bersih lalu keringkan tangan sebelum menyentuh area vagina.

Setelah kontak, cobalah untuk buang air kecil untuk mencegah infeksi saluran kemih.

2. Menggunakan pembalut yang tidak mengandung wangi-wangian

Cobalah untuk mengganti pembalut secara teratur setidaknya setiap 2-3 jam. Sebelum tidur, lepaskan pembalut dan cuci sampai bersih.

Jangan menggunakan douche untuk menghilangkan gumpalan putih di vagina kecuali dokter Anda menyarankan Anda melakukannya. Produk-produk ini hampir tidak dapat mencegah maupun mengobati infeksi.

Dan justru kontra produktif, karena dapat membunuh bakteri baik, mengubah keseimbangan organisme di vagina, dan dapat mengiritasi kulit atau menyebabkan infeksi vagina.

3. Kenakan pakaian yang nyaman

Cara lain untuk menghilangkan gumpalan putih vagina adalah dengan selalu memakai celana dalam berbahan katun. Pastikan bahan yang digunakan mampu menyerap kelembapan dan keringat.

Hal ini dikarenakan bahan celana dalam yang tidak menyerap keringat dapat melembabkan area vagina yang dapat menyebabkan iritasi.

Hindari juga mengenakan legging atau celana ketat lainnya agar Anda bisa bernapas lebih baik di area intim.

4. Tetapkan gaya hidup sehat

Gaya hidup sehat dapat membantu Anda melawan infeksi yang disebabkan oleh gumpalan putih yang muncul di vagina. Pastikan Anda makan sehat, berolahraga secara teratur dan cukup tidur.

Jika perlu, Anda bisa menggunakan kondom saat berhubungan seks untuk mencegah infeksi menular seksual.

Apakah penting berkunjung ke dokter?

Meski kondisi ini tergolong normal, Anda harus mewaspadai kondisi ini.

Penting bagi Anda untuk berkonsultasi dengan dokter jika Anda melihat gumpalan putih yang tidak biasa disertai dengan gejala atau tanda seperti:

  1. timbul rasa sakit/nyeri
  2. gatal pada vagina,
  3. aktifitas tidak nyaman
  4. muncul bercak darah atau pendarahan
  5. terlambat periode menstruasi
  6. ruam atau luka dengan ketidaknyamanan vagina
  7. ada rasa sensasi terbakar saat buang air kecil atau berhubungan seks
  8. bau tidak sedap yang kuat serta bertahan lama yang muncul dari vagina.

Selama keputihan yang Anda alami tidak memenuhi kriteria tersebut, gumpalan putih berlebihan yang berasal dari vagina merupakan tanda sistem reproduksi yang sehat.

Artinya kondisi ini masih normal dan Anda tidak perlu khawatir.

Namun, Anda tetap harus tetap mengawasi dan memperhatikan kondisi Miss V. Jika gumpalan putih yang muncul sudah berbau atau berwarna hijau hingga kuning, Anda mungkin memiliki kondisi medis serius yang perlu ditangani.

Please rate this

Klinik Raphael adalah Klinik terkemuka di Bekasi yang menangani dan mengobati berbagai macam keluhan penyakit kelamin (penyakit Menular Seksual). Klinik Raphael menangani pasien dengan profesional dan berpengalaman, biaya pengobatan yang murah terjangkau, kenyamanan, edukasi penyakit serta jaminan keamanan data pribadi pasien.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Post

Segera Konsultasi Online 100% Gratis via WA

X