GEJALA DAN TANDA-TANDA MENOPAUSE WANITA

wanita menopause

Gejala menopause dan tanda-tanda menopause yang terkait adalah bagian dari siklus reproduksi alami wanita. Kebanyakan wanita akan memiliki setidaknya satu dari berbagai gejala menopause pada beberapa waktu sebelum, selama atau setelah menopause.

Selama remaja awal, indung telur Anda akan mulai melepaskan sel telur setiap bulan. Jika sel telur dibuahi, kehamilan terjadi. Jika tidak terjadi pembuahan maka sel telur akan mati. Lapisan rahim (endometrium) yang dibangun untuk persiapan kehamilan, kemudian rusak dan ditumpahkan keluar – menstruasi. Ada 4 hormon utama yang terlibat dalam siklus menstruasi:

1. estrogen

2. progesteron

3. hormon perangsang folikel (FSH)

4. hormon luteinizing (LH)

Dua yang paling perlu diperhatikan sehubungan dengan tanda-tanda menopause dan gejala menopause adalah perubahan hormon estrogen dan progesteron. Siklus menstruasi dapat dibagi menjadi 3 bagian:

1. pra-ovulasi

2. pasca ovulasi

3. menstruasi

Perubahan Hormon Estrogen Dan Progesteron

Pada fase pra-ovulasi, sel telur yang sedang berkembang melepaskan banyak estrogen. Hal ini membuat endometrium tumbuh dan menebal. Pada fase pasca ovulasi, progesteron diproduksi dengan jumlah yang meningkat dari korpus luteum yang tertinggal di ovarium setelah ovulasi.

Hal ini bertujuan untuk meningkatkan suplai darah ke endometrium  dan membuatnya penuh air yang kaya akan nutrisi. Jika kehamilan tidak terjadi, korpus luteum mati karena kurangnya stimulasi dari janin yang sedang tumbuh. Setelah ini, pengeluaran estrogen dan progesteron menurun.

Endometrium tidak mendapatkan stimulasi hormonal yang cukup untuk berkembang dan mulai rusak melepaskan 2 lapisan teratas dan meninggalkan lapisan basal yang tetap utuh. Inilah yang disebut dengan menstruasi. Dengan tidak adanya kehamilan, siklus ini akan terulang kira-kira setiap bulan (22-35 hari).

Jumlah sel telur di ovarium terbatas dan seiring bertambahnya usia, semakin banyak sel telur yang mati. Pada saat Anda berusia 40-an, sebagian besar telur telah dilepaskan selama ovulasi atau mati dan beberapa yang tersisa biasanya berkualitas buruk. Ovulasi mungkin tidak terjadi setiap bulan dan panjang siklus menstruasi secara bertahap akan meningkat. Haid menjadi tidak teratur hingga akhirnya haid berhenti sama sekali.

Ketidakseimbangan Hormon

Selama masa ovulasi/menstruasi yang tidak teratur ini, ada banyak variasi kadar estrogen dan progesteron. Tingkat estrogen cenderung lebih tinggi daripada progesteron, yang mengarah pada penggunaan istilah ‘dominasi estrogen’ untuk menggambarkan ketidakseimbangan ini. Tanpa korpus luteum, sekresi progesteron sangat sedikit.

Namun, estrogen masih diproduksi (dalam sel lemak misalnya) dari konversi androgen (hormon seks pria) yang diproduksi oleh ovarium dan kelenjar adrenal. Gejala menopause dan tanda-tanda menopause dengan demikian disebabkan oleh beberapa faktor:

1. ketidakseimbangan antara estrogen dan progesteron

2. defisiensi progesteron

3. defisiensi estrogen

Daftar gejala dan tanda menopause berikut ini sangat panjang dan jauh dari kata lengkap. Namun dapat menjadi gambaran akan gejala yang mungkin akan anda hadapi pada masa menjelang menopause. Untungnya, tidak ada wanita yang memiliki semua gejala dan tanda menopause dan beberapa wanita cukup beruntung untuk memiliki gejala menopause yang relatif ringan.

Hot flashes / hot flushes

Hot flashes (atau muka memerah) adalah gejala menopause yang paling umum. Mereka mempengaruhi hingga 85% wanita perimenopause dan menopause. Hot flashes mungkin lebih parah pada wanita yang berhenti memproduksi estrogen secara tiba-tiba dan pada wanita yang mengalami menopause akibat operasi pengangkatan indung telur.

Keringat malam

Ini juga dikenal sebagai hiperhidrosis nokturnal. Hal ini mengakibatkan anda tidur dimalam hari dengan keringat yang berlebihan dan tidak jarang pakaian menjadi basah kuyup.

Haid tidak teratur

Periode normal dapat berubah selama menopause. waktu antara setiap periode dapat menjadi jauh lebih pendek atau lebih lama. Periode mungkin tidak ada selama beberapa bulan. Gejala haid juga bisa menjadi lebih berat atau lebih ringan.

Kekeringan vagina

Lapisan vagina menjadi sangat tipis dan rapuh sehingga mudah teriritasi dan perih. Juga kehilangan sifat elastisnya dan tidak bisa meregang seperti dulu. Estrogen dan progesteron membantu menjaga vagina tetap sehat. Tanpa hormon tersebut vagina akhirnya menyusut, proses ini disebut atrofi vagina. Vagina Kering dan menyusut ini membuat hubungan intim tidak nyaman dan bahkan menyakitkan.

Gejala menopause lainnya termasuk:

• depresi

• kelupaan

• sakit kepala

• ketidakmampuan untuk berkonsentrasi

• lekas marah

• perubahan suasana hati

• nyeri dada

• jantung berdebar

• payudara sakit

• vulva gatal

• kehilangan gairah seks

• gairah seksual lebih lambat

•  sembelit

• perut kembung

• kandung kemih mudah iritasi

• sering mengalami infeksi kandung kemih

• sering buang air kecil

• peningkatan rambut wajah

• rambut menipis

• kulit gatal-gatal

• kuku rapuh

• nyeri otot

• sendi kaku/bengkak

• osteoporosis

•             sakit punggung

Gejala menopause ini terjadi pada waktu yang berbeda-beda. Gejala awal menopause termasuk pendarahan vagina yang tidak teratur atau berat. Sementara itu gejala menopause seperti penipisan rambut dan kuku rapuh mungkin tidak terjadi selama beberapa tahun setelah menopause.

Peningkatan risiko jantung dengan gejala menopause yang parah

Menurut sebuah penelitian wanita yang memiliki gejala menopause yang parah lebih mungkin untuk mengembangkan penyakit jantung. Mereka yang paling sering mengalami hot flushes dan keringat malam memiliki kadar kolesterol yang lebih tinggi, tekanan darah yang lebih tinggi, BMI yang lebih tinggi dan risiko yang lebih tinggi terkena penyakit jantung selama 10 tahun ke depan. Ada kemungkinan bahwa kekurangan estrogen yang menyebabkan hot flashes juga memiliki efek negatif pada sistem kardiovaskular.

Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa menggunakan hormon untuk mengurangi risiko penyakit jantung justru dari waktu ke waktu  menunjukkan hal yang sebaliknya, menggunakan HRT untuk mencegah penyakit jantung bukanlah ide yang baik.

Satu-satunya pilihan lain adalah gaya hidup yang lebih sehat – diet tinggi serat yang seimbang dan olahraga 20-30 menit setidaknya 3 kali seminggu bahkan sebelum menopause.

Penyintas kanker payudara, yoga, dan gejala menopause

Penyintas kanker payudara sering mengalami masalah dalam mengelola gejala menopause. Penggunaan terapi hormonal justru dapat menyebabkan kanker timbul kembali. Selain itu, beberapa obat yang digunakan untuk mengobati kanker payudara sendiri dapat memperburuk gejala menopause.

Menurut sebuah penelitian di AS baru-baru ini, penderita kanker payudara dapat menemukan bantuan dari gejala menopause seperti hot flashes, melalui terapi senam yoga.

Program senam yoga biasanya meliputi peregangan, latihan pernapasan, meditasi dan diskusi kelompok.

Senam yoga didasarkan pada teknik yoga tradisional yang kemudian dikembangkan menjadi lebih banyak gerakkan dan kemudian digabungkan menjadi sebuah praktek senam yoga tertentu yang bertujuan mengurangi stres dan menciptakan rasa kesadaran dan penerimaan yang tinggi tentang keadaan fisik dan mental seseorang.

Efek yang menguntungkan termasuk:

• pengurangan frekuensi dan keparahan hot flashes,

• lebih sedikit gangguan tidur

• nyeri sendi berkurang

• lebih banyak energi dan stamina

Senam yoga terdapat banyak macam gerakkan, namun pilih senam yoga yang memang diperuntukkan untuk menangani/mengurangi gejala menopause yang dialami. Hal ini diperlukan instruktur senam yoga yang berpengalaman khususnya dalam menghadapi menopause atau pra menopause wanita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Post

error: Content is protected !!