3 Alasan Kuat Kenapa Vaksin HPV Perlu Di berikan Sejak Dini

suntuk vaksin hpv sejak dini

Ini adalah kesalahpahaman umum bahwa vaksin HPV hanyalah vaksin untuk melindungi dari penyakit menular seksual (PMS). Sementara human papillomavirus (HPV) adalah virus yang ditularkan melalui kontak seksual seperti penyakit menular seksual lainnya. Virus HPV ini dapat menyebabkan kanker serviks, kanker vagina, kanker dubur, kanker vulva, dan kutil kelamin. Peran HPV dalam perkembangan berbagai jenis kanker sedang diselidiki oleh para peneliti.

Pada Juni 2006, FDA telah resmi menyetujui penggunaan Gardasil, vaksin HPV, pada wanita muda usia 9 hingga 26 tahun. Vaksin HPV dapat digunakan pada pria maupun wanita hingga usia 55 tahun, namun keefektifan vaksin HPV berbeda jika dibandingkan usia yang dianjurkan. Saat ini tersedia di banyak kantor dokter dan klinik kesehatan umum di seluruh Indonesia yang juga menyediakan vaksin HPV ini. Vaksin khususnya vaksin HPV telah menimbulkan banyak kontroversi dan kebingungan yang menyebabkan banyak orang tua menjadi bingung dan tidak yakin apakah akan memvaksinasi putri mereka atau tidak. Apakah diperlukan, merupakan keharusan atau bisa ditunda dilain waktu, hal ini yang menjadi pertanyaan.

Orang tua diundang untuk membuat keputusan yang terdidik tentang memvaksinasi putri mereka menggunakan vaksin HPV. Berbicara dengan dokter anak keluarga dan belajar lebih banyak tentang HPV dan kanker serviks keduanya dianjurkan oleh spesialis untuk membantu orang tua membuat keputusan.

Mengapa Anak Perempuan Harus Mendapatkan Vaksin HPV

1. Gardasil sangat mengurangi kemungkinan putri Anda terkena kanker serviks.

Gardasil melindungi terhadap dua bentuk HPV yang menyebabkan 70% dari semua kasus kanker serviks, sehingga sangat mengurangi kemungkinan berkembangnya kanker serviks di kemudian hari. Sekitar 11.000 hingga 15.000 anak perempuan di AS didiagnosis menderita kanker serviks setiap tahun, dan diperkirakan 3.500 – 4.000 meninggal karena penyakit tersebut.

Menurut data sensus GLOBOCAN di tahun 2020 saja, Indonesia mencatat sekitar 36.633 penderita kanker serviks. Dan angka mortalitas/kematian sangat tinggi yaitu sekitar 57 wanita perhari. Kanker serviks sebagian besar di sebabkan oleh Virus HPV ini.

Karena Gardasil tidak melindungi terhadap semua jenis HPV, wanita yang divaksinasi masih perlu melakukan Pap smear rutin untuk mendeteksi beberapa perubahan prakanker. Vaksin tidak menggantikan Pap smear dan Pap smear secara teratur diperlukan untuk kesehatan serviks yang optimal. Banyak keuntungan melakukan Pap smear rutin setiap tahun terutama bagi wanita yang aktif secara seksual dan suka berganti-ganti pasangan.

2. Gardasil melindungi wanita muda dari kedua jenis umum HPV yang dapat menyebabkan kutil kelamin.

Wanita yang divaksinasi dilindungi oleh 2 jenis HPV yang bertanggung jawab atas 90 persen kutil kelamin dan sebagian besar resiko penyebab tumor ganas atau kanker serviks.

Kutil kelamin mungkin muncul sebagai pertumbuhan seperti kembang kol yang bisa terjadi di atau di dalam, dan di sekitar vagina. Selain itu, gejala kutil kelamin dapat tampak sebagai pertumbuhan datar yang tidak menonjol dan dapat tidak terdeteksi. Meskipun kutil kelamin tidak menimbulkan risiko kesehatan secara langsung, mereka bisa memalukan bagi banyak gadis dan dapat menyebabkan perasaan kasihan.

3. Gardasil sangat mengurangi risiko mengembangkan jenis kanker lain yang berpotensi mengancam jiwa.

Memvaksinasi putri Anda akan secara signifikan mengurangi kemungkinannya mengembangkan lesi prakanker dan abnormal pada vagina dan vulva yang dapat menjadi kanker. Jenis HPV yang sama yang menyebabkan kanker serviks juga dapat dikaitkan dengan kanker vagina dan vulva. Bahkan lebih jarang daripada kanker serviks, kanker vagina dan vulva adalah jenis kanker serius yang dapat mengancam jiwa.

Kesimpulan

Edukasi seksual sejak dini kepada anak-anak khususnya wanita sangatlah penting. Orang tua diambil peran sertanya dalam melakukan bimbingan dan edukasi kesehatan. Gerakan vaksinasi HPV sangat penting terutama pada tingkat sekolah dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) agar angka mortalitas/kematian akibat kanker pada wanita dapat di cegah sejak dini. Serta mengurangi biaya pengobatan kanker di masa yang akan datang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Post

error: Content is protected !!